Harian Berita – Bali Wayan Koster, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP menyebut, pada Pilpres 2024 mendatang, pihaknya akan fokus memenangkan pasangan Capres-cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Bahkan, Koster menargetkan pasangan Ganjar-Mahfud MD akan unggul hingga 95 persen suara di Bali di Pilpres 2024.
“Kita fokus menangkan Ganjar. Ganjar harus menang satu putaran di Indonesia, di Bali 95 persen,” ujar Koster ketika ditemui setelah Musyarawah Kerja Nasional (Mukernas) ke-V Indonesiapersada. ID, di Sanur, Kota Denpasar, Bali, Rabu (1/11).
Sementara, ketika ditanya mengenai suara pendukung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Bali, ia mengatakan terkait hal itu diserahkan pada rakyat untuk memilih.
“Itu kita biarkan kepada rakyat untuk memilih,” kata Koster.
Seperti yang kita tahu, putra sulung Jokowi yakni Gibran Rakabuming Raka kini jadi rival Ganjar-Mahfud usai resmi mendaftar sebagai bacawapres Pilpres 2024 bersama bacapres Prabowo Subianto.
Lalu, ketika ditanya bagaimana pihaknya mengenai dukungan Jokowi di Pilpres 2024 mendatang, Koster menyatakan itu bukan urusannya.
Diketahui, selama ini Jokowi dikenal sebagai kader PDIP, dan menggunakan partai sebagai kendaraan politik dari mulai wali kota, gubernur, hingga jadi presiden dua periode.
Pernyataan Ketua TPN Ganjar-Mahfud

Secara terpisah, Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid menyinggung mengenai kesamaan hak dalam demokrasi. Hal ini dikarenakan buntut pencopotan baliho capres-cawapres jagoannya di beberapa daerah di Bali yang dikunjungi Presiden Jokowi baru-baru ini.
Arsjad yakin, bahwa pemerintah ataupun aparat penegak hukum masih mempunyai netralitas untuk memberikan hak yang sama pada semua kontestan Pilpres 2024.
“Masa enggak percaya. Percaya lah. Pokoknya kita gini, apapun yang ada, yang pasti kami melihat yang paling penting adalah bahwa ini kan suatu pesta demokrasi, semuanya mempunyai hak,” kata Arsjad setelah rapat TPN di gedung High End, Jakarta Pusat, Rabu.
Arsjad menjelaskan, saat ini pihaknya hanya ingin fokus memenangkan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024. Menurutnya, Ganjar-Mahfud adalah figur yang bisa membawa Indonesia untuk bergerak cepat.
“Kita mesti memastikan bahwa kerja cepat, gerak cepat, kalau enggak kita ketinggalan, jadi untuk itu, untuk tantangan itu kita harus pastikan,” katanya.
Sementara, beberapa waktu yang lalu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku pihaknya curiga atas aksi pencopota bendera partainya di Bali. Hasto berkata, jika saat ini masyarakat sudah mulai cerdas menangkap fenomena publik.
“Bahwa dengan penurunan baliho, bendera PDIP, kemudian muncul bendera dan atribut-atribut secara masif dari partai lain, itu kan kemudian menimbulkan kecurigaan,” kata dia.
![]()
Diketahui, aksi pencabutan bendera PDIP dan baliho Ganjar-Mahfud MD terjadi pada Selasa (31/10) sekitar pukul 10:20 WITA bersamaan jelang kunker Presiden Jokowi di Bali.
Kemudian, pencopotan baliho meluas di sepanjang jalan menuju tiga lokasi kunjungan kerja Jokowi seperti Kabupaten Gianyar hingga Kota Denpasar, Bali.
Terkait pencopotan baliho capres cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya pun buka suara. Dia mengatakan baliho tersebut tidak dicopot hanya digeser sementara untuk menjaga estetika.
“Yang dilakukan adalah menggeser sementara alat sosialisasi berupa baliho agar estetika terjaga dan setelah selesai kegiatan alat sosialisasi baliho tersebut sudah terpasang kembali,” ujar Mahendra lewat video klarifikasi, Selasa (31/10).
Namun, kata Koster, kini semua baliho dan bendera yang dicabut saat kunker Presiden Jokowi sudah dipasang kembali.
“Saya dapat informasi dipasang lagi, waktu dicabut itu hanya digeser sebentar. Setelah acara selesai dipasang lagi,” jelasnya.
